Rabu, 04 Desember 2013

IMPLAN: 'Duri Dalam Daging' payudara wanita




Apakah Anda tahu dengan program reality show “The Hills”? Atau bahkan Anda salah satu penggemarnya? Kalau ‘ya’ berarti Anda juga pasti tahu dengan bintangnya, Heidi Montag.  Aktris dan penyanyi asal Amerika berusia 27 tahun ini bukan hanya dikenal karena bakatnya tapi juga karena bentuk tubuhnya yang sexy. Seperti tak puas dengan tubuhnya, Heidi lalu melakukan implan payudara dari ukuran C ke F. Tapi sayangnya, baru-baru ini keindahan ‘asset’nya itu seolah menjadi duri dalam daging di kehidupannya. Ukuran payudara yang terlalu besar dan tidak proporsional dengan tubuhnya yang kurus menimbulkan efek samping yang tidak ringan. Timbulnya sakit pada punggung dan leher serta mati rasa di daerah dada dan lengan yang berkelanjutan agaknya menjadi pemicu utama Heidi memutuskan untuk mengecilkan payudaranya kembali ke ukuran normal.

Dikenal juga dengan istillah Breast Augumentation atau Augumentation Mammoplasty. Implan payudara menjadi fenomena yang semakin marak dikalangan wanita, khususnya selebriti. Entah dilakukan demi kepuasan diri sendiri, pasangan atau hanya sensasi semata yang pasti banyak hal yang melatabelakanginya. Tapi jika Anda sedang berencana memasang implan, tunggu sampai Anda selesai membaca tulisan ini.

Prosedur implan payudara dilakukan melalui 3 potongan, yaitu inframammary(lipatan dibawah payudara), axillary(dibawah lengan) dan periareolar(sekitar puting). Setelah membedah bagian tersebut, ahli bedah akan memisahkan jaringan tisu payudara dari otot dan dada. Ini menghasilkan suatu kantung yang dapat diisi oleh implan dan kemudian disejajarkan di belakang puting.

Setelah prosedur ini selesai, seorang pasien mungkin akan mengalami rasa sakit atau pembengkakan dan payudara Anda akan menjadi sangat sensitif terhadap kontak fisik selama beberapa minggu. Apakah efeknya hanya itu saja? Oh tentu saja tidak, itu hanya termasuk dalam efek jangka pendek.
Efek jangka panjang dari implan payudara ini yaitu mempunyai resiko tinggi mengalami kebocoran atau bahkan pecah sewaktu-waktu, karena sifat implan sendiri tidak bisa bertahan selamanya. Seperti yang terjadi pada Julia Edgecox(55 tahun) wanita asal Inggris ini didiagnosa dokter terkena penyakit Silicone Granuloma. Penyakit ini disebabkan pecahnya implan sehingga tubuh Julia teracuni oleh cairan silikon. Diawali rasa nyeri seperti terbakar yang terus menerus sehingga akhirnya Julia memutuskan untuk mengangkat implan, menguras cairan silikon dan menggantungkan hidupnya pada Antihistamin untuk mengontrol reaksi terhadap racun. Tak sampai disitu, setiap 2-3 tahun sekali Julia harus operasi ulang untuk mengangkat benjolan ‘misterius’ yang kerap timbul. Dan hal itu harus ia jalani sepanjang hidupnya... Mengerikan bukan?
Bagi pengguna implan yang sedang menyusui bayi juga beresiko tinggi untuk menularkan infeksi oleh hematoma dari payudara mereka sendiri tanpa mereka sadari.

Jika ada cara yang sehat kenapa Anda harus memakai cara instan yang berisiko tinggi untuk memperbesar payudara. Menurut para ahli, melakukan latihan otot-otot dada secara rutin, mengkonsumsi produk kedelai yang mengandung hormon Phytoestrogen dan melakukan pijatan khusus secara teratur dapat meningkatkan ukuran payudara Anda secara alami. Jadi, masih tertarikkah Anda melakukan implan?

Tidak ada komentar:

Ads Inside Post