Apakah Anda tahu dengan
program reality show “The Hills”?
Atau bahkan Anda salah satu penggemarnya? Kalau ‘ya’ berarti Anda juga pasti
tahu dengan bintangnya, Heidi Montag. Aktris dan penyanyi asal Amerika berusia 27
tahun ini bukan hanya dikenal karena bakatnya tapi juga karena bentuk tubuhnya
yang sexy. Seperti tak puas dengan tubuhnya, Heidi lalu melakukan implan
payudara dari ukuran C ke F. Tapi sayangnya, baru-baru ini keindahan ‘asset’nya
itu seolah menjadi duri dalam daging di kehidupannya. Ukuran
payudara yang terlalu besar dan tidak proporsional dengan tubuhnya yang kurus
menimbulkan efek samping yang tidak ringan. Timbulnya sakit pada punggung dan
leher serta mati rasa di daerah dada dan lengan yang berkelanjutan agaknya
menjadi pemicu utama Heidi memutuskan untuk mengecilkan payudaranya kembali ke
ukuran normal.
Dikenal juga dengan
istillah Breast Augumentation atau Augumentation Mammoplasty. Implan payudara
menjadi fenomena yang semakin marak dikalangan wanita, khususnya selebriti. Entah
dilakukan demi kepuasan diri sendiri, pasangan atau hanya sensasi semata yang
pasti banyak hal yang melatabelakanginya. Tapi jika Anda sedang berencana
memasang implan, tunggu sampai Anda selesai membaca tulisan ini.
Prosedur implan
payudara dilakukan melalui 3 potongan, yaitu inframammary(lipatan dibawah payudara), axillary(dibawah lengan) dan
periareolar(sekitar puting). Setelah membedah bagian tersebut, ahli bedah
akan memisahkan jaringan tisu payudara dari otot dan dada. Ini menghasilkan
suatu kantung yang dapat diisi oleh implan dan kemudian disejajarkan di
belakang puting.
Setelah prosedur ini
selesai, seorang pasien mungkin akan mengalami rasa sakit atau pembengkakan dan
payudara Anda akan menjadi sangat sensitif terhadap kontak fisik selama
beberapa minggu. Apakah efeknya hanya itu saja? Oh tentu saja tidak, itu hanya
termasuk dalam efek jangka pendek.
Efek jangka panjang
dari implan payudara ini yaitu mempunyai resiko tinggi mengalami kebocoran atau
bahkan pecah sewaktu-waktu, karena sifat implan sendiri tidak bisa bertahan
selamanya. Seperti yang terjadi pada Julia
Edgecox(55 tahun) wanita asal Inggris ini didiagnosa dokter terkena
penyakit Silicone Granuloma. Penyakit
ini disebabkan pecahnya implan sehingga tubuh Julia teracuni oleh cairan
silikon. Diawali rasa nyeri seperti terbakar yang terus menerus sehingga
akhirnya Julia memutuskan untuk mengangkat implan, menguras cairan silikon dan
menggantungkan hidupnya pada Antihistamin untuk mengontrol reaksi terhadap
racun. Tak sampai disitu, setiap 2-3 tahun sekali Julia harus operasi ulang
untuk mengangkat benjolan ‘misterius’ yang kerap timbul. Dan hal itu harus ia
jalani sepanjang hidupnya... Mengerikan bukan?
Bagi pengguna implan
yang sedang menyusui bayi juga beresiko tinggi untuk menularkan infeksi oleh hematoma
dari payudara mereka sendiri tanpa mereka sadari.
Jika ada cara yang
sehat kenapa Anda harus memakai cara instan yang berisiko tinggi untuk
memperbesar payudara. Menurut para ahli, melakukan latihan otot-otot dada
secara rutin, mengkonsumsi produk kedelai yang mengandung hormon Phytoestrogen dan melakukan pijatan
khusus secara teratur dapat meningkatkan ukuran payudara Anda secara alami.
Jadi, masih tertarikkah Anda melakukan implan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar