Sabtu, 10 Mei 2014

BERLARI DENGAN MEMAKAI JAS HUJAN BISA MENGAKIBATKAN KEMATIAN, BENARKAH?

Tuk wa ga pat.. tuk wa ga pat!

Wih, asyik banget ya pagi-pagi hari libur kayak gini lari di jogging track. Kalo di kota Palembang sih yang paling terkenal di daerah KI(Kambang Iwak). Itu tempat kalo pagi hari libur super duper ramenya. Dari yang emang pengen olahraga sampai yang sengaja buat jualan disana. Apalagi kalo yang program diet. Rame banget yang lari-lari plus setelan jas ujannya.hehe.. katanya sih bisa bikin lebih cepet kurus. Secara pakek jas ujan aja dah anget apalagi kalau dipake sambil lari. Banjir deh..


Memang sih lari dengan menggunakan jaket/jas hujan bisa membakar lemak lemak lebih cepat sehingga lebih cepat kurus, tapi lebih sehat? Diungkapkan dr.Hario Tilarso, SpKO, FACSM, dokter spesialis olahraga mengenai kebiasaan jogging menggunakan jaket malah bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Bahkan bisa menyebabkan kematian. Hal ini disebabkan ketika kita berlari maka tubuh kita akan menghasilkan keringat dan ketika tubuh kita berkeringat maka secara normal keringat tadi akan menguap dan melepaskan panas berlebih dalam tubuh kita untuk menjaga keseimbangannya. Namun tidak demikian halnya jika kita memakai jas hujan. Panas tubuh yang berlebih tidak bisa dilepaskan ke udara sehingga panas tadi akan tetap terakumulasi dan menimbulkan Heat Injuries

Apa itu Heat Injuries? Heat Injuries adalah salah satu cidera akibat akumulasi panas yang berlebihan dalam tubuh.

Dikutip dari Sigma Emergency, Heat Injuries terbagi 3 yaitu:

-Heat Cramps : kram karena panas,gejalanya seperti kejang otot hebat dan keringat berlebihan.

-Heat Exhaustion: kelelahan karena panas akibat terpapar panas selama berjam-jam. Gejalanya kelelahan, hipotensi, kecemasan dan kadang pingsan. Jika tidak segera ditangani  bisa menyebabkan Heat Stroke.

-Heat Stroke: suatu keadaan yang bisa berakibat fatal dimana penderita tidak dapat mengeluarkan keringat yang cukup untuk menurunkan suhu tubuhnya. Dimana suhu tubuh berkisar antara 41 derajat celcius, vertigo (perasaan berputar), denyut jantung  160-180 kali/menit, penurunan kesadaran, kejang hingga kematian.

Nah, gak nyangka kan? Dari hal kecil yang kita pikir bakal buat sehat justru kebalikannya yang bisa kita dapat. Untuk itu, bagi Anda yang sedang dalam program diet harus bijak dan hati-hati ya. Jangan sampai karena kepingin kurus, malah berakibat fatal pada diri kita sendiri.ok!

Salam Sehat!

Minggu, 04 Mei 2014

FREE SEKS MENYEBABKAN MENINGITIS?



Meningitis adalah infeksi meninges pada otak. Meninges sendiri terdiri dari 3 lapisan jaringan ikat yang terdiri dari piamater, arachnoid dan duramater. Penyebabnya sendiri disebabkan oleh bakteri dan virus. 

Meningitis Kriptokokus = Jamur Kriptokokus

Viral Meningitis = Virus Herpes

Bacterial Meningitis = Bakteri Meningococal

WASPADA MERS DI TIMUR TENGAH

Sejak ditemukan pada 2 tahun silam, penyakit MERS (Middle East Respiratory Sindrome) akibat virus Corona ternyata makin mengembangkan eksitensinya. MERS, tersebar juga hingga ke Amerika. Kasus ini ditemukan pada seorang pria asal Indiana yang baru-baru ini mengunjungi Arab Saudi untuk melakukan layanan kesehatan. Hingga April 2014, tercatat 339 kasus  dengan 102 diantaranya meninggal dunia.

Dengan angka CFR (Case Fatality Rate) yang mencapai 36,61%, MERS menjadi penyakit yang tidak bisa diremehkan mengingat banyak WNI yang menjadi jemaah umroh maupun TKI di Arab Saudi. Untuk itu perlu dilakukan sosialisasi yang lebih luas bagi WNI yang akan bepergian kesana.


Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menghimbau bagi WNI untuk menunda keberangkatan jika tidak memiliki urusan yang mendesak. Akan tetapi, jika memang harus maka masyarakat agar menghindari bergaul dengan orang yang memiliki gejala – gejala MERS dan selalu gunakan masker bila hendak bepergian keluar.

Tanda – tanda bahwa seseorang telah terpapar MERS sendiri yaitu apabila terjadi Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dengan demam sekitar 38 derajat celcius atau lebih, batuk dan pneumonia. Walaupun gejala Corona virus ini sama dengan gejala flu biasa, dalam stadium lanjut bisa menyebabkan gagal ginjal.

Untuk itulah perlu agar masyarakat mewaspadai dan mendeteksi dini dengan cara selalu melakukan perilaku hidup bersih sehat, selalu rajin mencuci tangan setelah beraktifitas maupun sebelum makan, cukup istirahat dan mengkonsumsi vitamin tambahan.  Apabila menemukan gejala serupa MERS dalam kurun waktu 14 hari dan semakin memburuk, maka jangan tunda lagi untuk segera berkonsultasi dengan petugas kesehatan terdekat.


Ads Inside Post