Senin, 25 Agustus 2014

Mengenal Dampak Pengobatan Tradisional "KEROKAN"



Kerokan sudah dikenal masyarakat kita sejak ratusan tahun silam. Bahkan hingga di era yang serba modern sekarang pun masyarakat masih menggunakan kerokan sebagai salah satu metode penyembuhan alami, khususnya untuk masuk angin dan demam. Kenapa hanya dengan ‘mengerok’ saja bisa sembuh? Adakah efeknya ke tubuh kita dalam jangka panjang?

Sebenarnya prinsip kerokan ini sejalan dengan teori Einstein, E=MC². Yang mengatakan bahwa energi muncul dikarenakan adanya pergesekan antara 2 benda. Contoh gampangnya, pada suhu dingin secara tidak sadar kita sering mengusap-usap kedua tangan kita bersamaan karena dari gosokan kedua tangan kita tadi akan menghasilkan panas yang membuat suhu tangan menjadi stabil. Begitu juga dengan kerokan, ketika punggung kita dikerok maka akan meningkatkan panas dalam tubuh. Kemudian terjadilah pelebaran pembuluh darah sehingga oksigenasi dan peredaran darah menjadi baik dan lancar.
Inflamasi yang terjadi pun berguna untuk menetralisir sakit dan mempercepat proses penyembuhan. Inflamasi sendiri adalah peradangan yang ditandai dengan adanya bercak-bercak merah pada kulit. Walaupun kelihatannya baik tapi jika terus dilakukan dalam jangka panjang akan menimbulkan dampak yang cukup serius.  Semakin sering kulit kita digosok maka semakin lebar pula pori-pori kita sehingga mempermudah bakteri dan virus untuk masuk ke tubuh. Inget ya temen-temen kulit bukannya kayak GOSIP(makin digosok makin SIPP..hehe).
Selain itu, kerokan sangat tidak dianjurkan dilakukan pada ibu hamil. Karena inflamasi akibat kerokan akan mengeluarkan zat “cytokines” yang meningkatkan kekebalan tubuh, kemudian zat ini akan memicu pelepasan Prostaglandin yang bisa menyebabkan kontraksi pada rahim.
 

Tidak ada komentar:

Ads Inside Post