Minggu, 04 Mei 2014

WASPADA MERS DI TIMUR TENGAH

Sejak ditemukan pada 2 tahun silam, penyakit MERS (Middle East Respiratory Sindrome) akibat virus Corona ternyata makin mengembangkan eksitensinya. MERS, tersebar juga hingga ke Amerika. Kasus ini ditemukan pada seorang pria asal Indiana yang baru-baru ini mengunjungi Arab Saudi untuk melakukan layanan kesehatan. Hingga April 2014, tercatat 339 kasus  dengan 102 diantaranya meninggal dunia.

Dengan angka CFR (Case Fatality Rate) yang mencapai 36,61%, MERS menjadi penyakit yang tidak bisa diremehkan mengingat banyak WNI yang menjadi jemaah umroh maupun TKI di Arab Saudi. Untuk itu perlu dilakukan sosialisasi yang lebih luas bagi WNI yang akan bepergian kesana.


Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menghimbau bagi WNI untuk menunda keberangkatan jika tidak memiliki urusan yang mendesak. Akan tetapi, jika memang harus maka masyarakat agar menghindari bergaul dengan orang yang memiliki gejala – gejala MERS dan selalu gunakan masker bila hendak bepergian keluar.

Tanda – tanda bahwa seseorang telah terpapar MERS sendiri yaitu apabila terjadi Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dengan demam sekitar 38 derajat celcius atau lebih, batuk dan pneumonia. Walaupun gejala Corona virus ini sama dengan gejala flu biasa, dalam stadium lanjut bisa menyebabkan gagal ginjal.

Untuk itulah perlu agar masyarakat mewaspadai dan mendeteksi dini dengan cara selalu melakukan perilaku hidup bersih sehat, selalu rajin mencuci tangan setelah beraktifitas maupun sebelum makan, cukup istirahat dan mengkonsumsi vitamin tambahan.  Apabila menemukan gejala serupa MERS dalam kurun waktu 14 hari dan semakin memburuk, maka jangan tunda lagi untuk segera berkonsultasi dengan petugas kesehatan terdekat.


Tidak ada komentar:

Ads Inside Post