Sejak ditemukan pada 2 tahun
silam, penyakit MERS (Middle East Respiratory Sindrome)
akibat virus Corona ternyata makin mengembangkan eksitensinya. MERS, tersebar
juga hingga ke Amerika. Kasus ini ditemukan pada seorang pria asal Indiana yang
baru-baru ini mengunjungi Arab Saudi untuk melakukan layanan kesehatan. Hingga
April 2014, tercatat 339 kasus dengan
102 diantaranya meninggal dunia.
Dengan angka CFR (Case Fatality Rate) yang mencapai
36,61%, MERS menjadi penyakit yang tidak bisa diremehkan mengingat banyak WNI
yang menjadi jemaah umroh maupun TKI di Arab Saudi. Untuk itu perlu dilakukan
sosialisasi yang lebih luas bagi WNI yang akan bepergian kesana.
Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi
menghimbau bagi WNI untuk menunda keberangkatan jika tidak memiliki urusan yang
mendesak. Akan tetapi, jika memang harus maka masyarakat agar menghindari bergaul
dengan orang yang memiliki gejala – gejala MERS dan selalu gunakan masker bila
hendak bepergian keluar.
Tanda – tanda bahwa seseorang
telah terpapar MERS sendiri yaitu apabila terjadi Infeksi Saluran Pernafasan
Akut (ISPA) dengan demam sekitar 38 derajat celcius atau lebih, batuk dan
pneumonia. Walaupun gejala Corona virus ini sama dengan gejala flu biasa, dalam
stadium lanjut bisa menyebabkan gagal ginjal.
Untuk itulah perlu agar
masyarakat mewaspadai dan mendeteksi dini dengan cara selalu melakukan perilaku
hidup bersih sehat, selalu rajin mencuci tangan setelah beraktifitas maupun
sebelum makan, cukup istirahat dan mengkonsumsi vitamin tambahan. Apabila menemukan gejala serupa MERS dalam
kurun waktu 14 hari dan semakin memburuk, maka jangan tunda lagi untuk segera
berkonsultasi dengan petugas kesehatan terdekat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar