“ih,
kamu enak ya. Makan terus tapi gak gemuk – gemuk” (emang udah setelannya,
mbak)
“mbak
langsing amat sih, ambil sedikit nih
berat badanku..” (ambil jatah makannya mbak boleh?)
“mbak
aku sekarang dah kurusan, khan?”( ho..oh mbak, ngurus
satu ons. Hehe..)
Mungkin itulah sedikit
gambaran bagi Anda yang bertubuh singset
ketika harus mendengarkan keluhan dari teman Anda yang mempunyai masalah dengan
berat tubuhnya. Sebagai manusia yang berjiwa sosial dan harus bertoleransi,
sudah barang tentu kita harus memberikan dukungan moril agar mereka tidak
merasa kecil hati dan tetap merasa percaya diri dengan ‘kelebihan’ yang ada.
Selama ini, penderita
obesitas menganggap makanan – makanan lezat telah berubah menjadi momok yang
menakutkan. Bagaimana tidak, jika sudah makan mereka bisa sampai lupa daratan alias gak kenyang – kenyang. Padahal obesitas sendiri memiliki peran
cukup besar akan timbulnya penyakit mematikan seperti penyakit jantung,
diabetes melitus, gangguan hepar, dll. Tapi tenang, bagi Anda yang sudah mulai
lelah untuk mencoba segala macam obat dari yang tradisional sampai kontemporer
tapi tak ada hasil, sekarang sudah ada terobosan baru di dunia medis yang
terbukti efektif bernama Obalon dari Spire
Bristol Hospital.
BALON
PENCEGAH LAPAR
Normalnya, rasa kenyang
itu timbul apabila saluran cerna teregang terutama lambung dan duodenum.
Kemudian sinyal inhibisi yang teregang akan dihantarkan terutama melalui nervus
vagus untuk menekan pusat makan, sehingga nafsu makan berkurang.
Akan tetapi, berbanding
terbalik pada penderita obesitas. Dikarenakan tingginya kadar lemak yang
tersimpan di tubuh sehingga menghalangi dan merusak hormon – hormon penekan
rasa lapar untuk mengirimkan sinyal ke otak agar berhenti makan. Ini berarti,
Anda akan makan banyak dalam waktu yang lebih lama.
Nah, atas dasar inilah
prinsip kerja Obalon. Obalon sendiri berbentuk kapsul, pada awalnya. Berbentuk
balon, pada akhirnya. Kapsul Obalon berukuran kecil seperti kapsul vitamin
biasa dan setelah Anda telan dengan bantuan kateter mikro, kapsul tersebut akan
terurai dan balon akan diisi gas Nitrogen sehingga mengembang di dalam perut. Dengan
adanya balon di dalam perut diharapkan saluran cerna yang teregang akan
mempercepat sinyal inhibisi untuk menekan pusat makan.
Obalon ini sendiri bisa
dimasukkan ke dalam lambung maksimal 3 buah. Dan akan menetap selama 12 minggu.
Harga Obalon ini sekitar 3000 poundsterling atau sekitar 60 juta rupiah untuk 2
kali terapi.
Mandy Raven, wanita
asal Somerset, Inggris yang telah mencoba terapi ini mengaku bobotnya yang
semula 76 kg turun hingga 6,5 kg dalam tempo 2 bulan saja! Bahkan menurutnya
tidak terdapat perubahan berarti dalam pola makan dan aktivitasnya. Obalon ini
sangat disarankan bagi Anda yang memiliki Body Mass Index 27 atau lebih. Dan
tidak disarankan untuk yang dibawah itu apalagi yang hanya ingin lebih terlihat
langsing dan cantik, ya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar